Sabtu, 15 Juni 2013

Berbagai pendapat tentang Hari valentine

APA KATA MEREKA TENTANG PERAYAAN HARI VALENTINE DALAM PERSPEKTIF ISLAM ???
JAWABAN  DARI :

Nama             : Sidik Saputra
Prodi              : AFI
Semester        : 2
Asal                : Jakarta
            Hari valentine merupakan sebuah tradisi bangsa Barat dimana pada hari itu, merupakan simbol hari kasih sayang dengan pertukaran hadiah,  umumnya yaitu coklat dan bunga. Di dalam Islam tentu tidak ada karena Islam sudah mamiliki hari kasih sayang sendiri yaitu Idul Adha dan Idul Fitri dimana kita sesama Muslim saling maaf memaafkan, kita sebagai umat Muslim tentu tidak boleh mengikutinya karena apabila kita mengikutinya itu sama seperti halnya perayaan Natal, yang merupakan hari spesial dalam agama Kristen. Apabila kita mengikuti mereka, itu  berarti kita termasuk sebagian dari kelompok mereka, adapun mungkin mereka yang ikut-ikutan itu karena kebanyakan belum tahu asal dan usulnya dan hubungannya dengan Islam itu sendiri. Untuk itu kitalah yang harus mengayomi adik-adik kita agar tahu dan tidak mengikuti mereka. Adapun cara untuk meminimalisir para remaja umumnya yaitu melalui media cetak dengan artilkel pembahasan tentang hari valentine, melalui percakapan keseharian kita pada adik-adik kita tentang hukum dan asal-usul  serta hubungannya dalam agama Islam.

Nama             : Muhammad Fathi Rabbani
Prodi              : Ekonomi Syariah
Semester        : 2
Asal                : Jakarta
            Hari valentine merupakan  hari dimana adanya sebuah kisah percintaan raja Valentinus dengan seorang putri Romawi akan tetapi, cinta keduanya tidak mendapatkan restu  dari itu, raja Valentinus menculik puteri dari kerajaan dari penculikan itu mereka melakukan hubungan suami isteri, selang waktu ditemukanlah keduanya oleh tentara kerajaan akibat dari perbuatan mereka raja Valentinus dihukum gantung, Nah untuk memperingati matinya raja Valentinus itulah adanya hari Valentine, adapun simbol pada umumnya yaitu dengan memberikan coklat pada lawan jenis, menunjukkan rasa manisnya coklat dan daya tarik terhadap manusia padahal sejatinya coklat itu rasanya pahit, tapi karena untuk menunjukkan rasa sayang itulah simbol dari kasih sayang. Di dalam Islam itu sendiri tidak ada, karena itu merupakan budaya Barat dan kita berbudaya Timur. Jadi untuk apa kita ikut-ikutan budaya meraka, dan jelas pula di dalam hadits “Man Tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum”, barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian darinya. Cinta dan kasih sayang umat Islam itu tidak hanya satu hari tapi setiap hari dan setiap waktu seperti halnya silaturahmi. Adapun untuk maminimalisirnya yaitu harus adanya kesadaran dari diri sendiri dan mulai dari sekarang, kita harus mengetahui dan mencari tahu asal-usul serta sejarahnya dan apa hubungannya dalam agama Islam.

Nama             : Muhammad Mahpudin
Prodi              : PBA
Semester        : 2
Asal                : Bogor
Menurut saya hari valentine merupakan hari biasa saja seperti hari-hari yang lain, tak ada keistimewaan yang ada didalamnya. Sekali lagi ini merupakan pandangan saya. Akan tetapi kebanyakan warga Indonesia memang merayakan hari ini, entah dari mana mereka mengambil tabiat ini, sedikit yang saya tahu tentang hari ini adalah cerita dimana seorang semacam biarawan atau apalah sejenis itu yang meninggal pada tanggal 14 Februari, ini merupakan cerita pertama tentang hal ini, cerita kedua yang saya ketahui tentang hari ini mungkin dimana pada abad terdahulu entah abad berapa saya tidak mengetahuinya dengan jelas, dimana kebanyakan para pria mengungkapkan isi hatinya kepada siapa yang memang menjadi pujaannya.
Itu sedikit yang saya tahu tentang hari valentine, dan mungkin kaitannya dengan cokelat yang kebanyakan orang berikan kepada kekasihnnya pada hari ni, saya menilai kalau cokelat adalah sesuatu yang manis dan elegan maka cokelat lah yang dijadikan simbol untuk hari  itu.
Sejauh saya mengetahui hari yang disebut dengan valentine, tidak ada sama sekali kaitannya hari ini dengan agama Islam. Karena tidak ada sejarah yang menyataan hari ini dengan kejadian yang harus diperingati orang-orang Islam. Islam tidak mengenal istilah valentine, bahkan “pacaran” pun Islam tidak mengenal istilah ini. Maka dari itu, menurut saya valentine tidak ada sama sekali kaitannya dengan Islam.
Sebagaimana  yang saya katakan sebelumnya, Islam tidak mengenal hari valentine ini, maka tentang hukum merayakannya menurut pandangan saya itu tidak diperbolehkan untuk merayakannya, kata “tidak” saya kembalikan kepada umat Islam khususnya yang memahami syariat. Cara meminalisir kebanyakan orang yang merayakan hari ini  memang sedikit sulit, terlebih para remaja yang memang mereka sedang menikmati masa hidup dengan pergaulan yang menurut mereka itu benar, padahal itu menyeleweng dari kebanyakan norma-norma. Akan tetapi ada beberapa cara yang bisa juga dilakukan untuk meminalisirnya, antara lain dengan memahamkan kepada mereka bahwa valentine adalah acara bagi orang-orang luar negeri dan bukan Indonesia. Untuk para muslim dan muslimah dengan memahamkan mereka bahwa Islam tidak mengenal istilah valentine, dan kalau bisa diadakan banyak pengajian keislaman pada hari tersebut, dengan maksud untuk meminimalisir bukan untuk ikut serta merayakannya.


Nama             : Muhammad Taufiq
Prodi              : PBA
Semester        : 4
Asal                : Bengkulu
            Kisah hari Valentine itu awalnya diadakan pada zaman dahulu dikisahkan dari seorang pendeta yang mencintai perempuan akan tetapi hubungan keduanya dilarang. Akhirnya pendeta itu pun bunuh diri, dari peristiwa itulah adanya hari Valentine karena untuk mempersatukan cinta keduanya. Adanya peringatan tersebut sama halnya dengan apa yang ada di daerah Bengkulu, tepatnya tanggal 10 Muharam diperingatinya kematian dari cucu dari Rasul. Karena diingat itulah maka ada kesamaan seperti halnya Valentine itu sendiri. Didalam Islam jelas tidak ada karena hari Valentine asalnya dari bangsa Yahudi. Dalam Islam hari kasih sayang tidak ditunjukkan pada satu hari saja akan tetapi setiap hari, untuk meminimalisir maraknya remaja yang ikut meramaikan hari Valentine yaitu dengan lebih diperdalamkannya pendidikan keagamaan karena agama merupakan pondasinya. Pengaruh dari luar dan dalam pun perlu diperhatikan secara selektif dan intensif agar budaya asing tidak masuk sembarangan.

Nama             : Abdul Mun’im
Prodi              : AFI
Semester        : 4
Asal                : Situbondo
            Hari Valentine yang jelas bukan dari budaya Islam tapi dari Yahudi, menurut historisnya adanya seorang Pendeta yang jatuh cinta, dan cintanya pun dilarang oleh agama karena larangan itu akhirnya pendeta itupun bunuh diri. Untuk memperingati momen itulah adanya hari Valentine atau hari kasih sayang. Di dalam Islam itu sendiri tidak ada sejarah asal usulnya, untuk itu harus kita tinggalkan. Karena efek dari peringatan hari Valentine adalah hubungan bebas antara lelaki dengan perempuan, tindak kriminal dan hal negatif lainnya. Cara  meminimalisirnya tentu dengan pemahaman Islam dan batasan-batasannya, karena Islamlah jawabannya. Islam mengajarkan akidah dan akhlak yang sesuai dengan tatanan kemanusiaan, sampai kapanpun kita harus selalu mengikuti apa yang telah diperintahkan dan yang dilarang oleh agama kita Islam.

Nama             : Muhammad Yasfi
Prodi              : PAI
Semester        : 6
Asal                : Garut
            Tentang Valentine, itu merupakan budaya Barat 14 Februari. Hal itu tidak layak dirayakan, karena sejarahnya datang dari kaum Yahudi dan tidak adanya manfaat yang mutlak. Sebenarnya itu hanya sebuah konotasi pengucapan rasa kasih sayang yang lebih banyak mudharatnya bibanding manfaatnya. Kaum remaja banyak yang terjebak darinya, dan banyaknya efek samping  yang ditimbulkan pula seperti hura-hura, berkhalwatnya antara lelaki dan wanita, ini merupakan kesalahan yang besar yang memang harus kita cegah. Salah satu cara untuk meminimalisirnya adalah dengan mengalihkan issu. Maksudnya, mengadakan program lain ketika hari Valentine tiba seperti halnya Kampus UGM yang mengadakan program hari berjilbab pada waktu hari Valentine,  yang menggambarkan bagaimana kaum hawa mulia derajatnya dan pentingnya sebuah kehormatan. Yang salah adalah katika hari Valentine itu selalu diungkit sehingga cerita itu selalu terangkat dan banyak dari remaja dewasa ini yang salah pemahamannya. Untuk itu dari pada selalu dipermasalahkan lebih baik dilupakan dan diganti dengan progam yang mendidik lainnya. Alangkah baiknya apabila ada peringatan  sebelumnya, seperti penyebaran “No Valentine Day” serta pemahamannya. Jelas dan nyata bahwasannya Valentine day itu tidak baik karena agama Kristen sekalipun melarang dan tidak menyukainya, untuk itu mengapa kita harus ikut-ikutan.

Nama             : Abdul Hakim
Prodi              : AFI
Semester        : 8
Asal                : Bali

            Dalam syari’at Islam itu tidak ada, karena di dalam Islam sendiri itu sudah ada waktu khususnya dan rasa kasih sayang itu tidak  hanya dalam satu hari saja akan tetapi setiap hari dan setiap waktu. Dari itu, tidak ada Valentine day. Cerita singkat bahwasannya Valentine day bermula dari kisah percintaan seorang pendeta yang tak direstui hingga akhirnya pendeta itupun bunuh diri, untuk  memperingatinya itulah maka bangsa Yahudi merekayasa hingga sedemikian rapi, yaitu dengan konotasi hari kasih sayang. Untuk remaja-remaja yang ikut-ikutan ayo segera kita tinggalkan karena itu tidak dibenarkan oleh agama kita Islam, dan bagi teman-teman yang mengetahui seluk beluk tentang hari Valentine mari kita bersama mengayomi adik-adik dan teman kita lainnya, mari kita tingkatkan jiwa religius kita, tuk menjadi muslim sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar